Tuesday, September 18, 2012

Jalak Kebo / Hitam Sampai Kapan Bertahan

Posted by admin

Burung Jalak Kebo ( Kerbau ) bisa juga di bilang jalak hitam memang karena warna bulunya hitam semua, burung ini kerap kali memang berada diatas kerbau-kerbau di sawah yang sedang mencari makan.

Hal ini di karenakan burung Jalak ini gemar memakan parasit atau kutu – kutu yang terdapat pada punggung Sang Kerbau tersebut, dan oleh sebab itu Burung Jalak Hitam ini juga di kenal dengan sebutan Jalak Kerbau.

Jenis Burung ini hampir sama dengan saudara – saudaranya sesama burung yang gemar memangsa berbagai Serangga seperti Belalang, Ulat, Cacing Tanah, Jangkrik, selain itu mereka pun gemar memakan buah – buahan seperti Pisang dan Pepaya.

Burung Jalak Kebo ini termasuk jenis burung berkoloni atau berkelompok bergerombol dalam mencari makan, jenis Burung Kicau yang tergolong dalam suku Sturnidae dengan ukuran tubuh sedangnya yaitu antara 20 -30 cm.

Jumlah Populasinya saya rasa lambat laun cenderung akan menurun karena faktor seleksi alam dan ulah penangkapan yang di lakukan manusia besar-besaran, ini dapat membuat jumlah species burung ini kian di ambang kepunahan, meskipun nasibnya tak separah yang di alami oleh saudara – saudara satu speciesnya yang lain seperti : Jalak Bali, Jalak Suren, Jalak Nias, Jalak Putih dan mungkin burung Jalak lainnya, namun tetaplah hal ini menuntut perhatian kita untuk tetap berusaha menjaga kelestariannya di alam bebas.

Burung ini memang sepertinya tidak banyak mendapat perhatian lebih di kalangan para pemburu burung berkicau, hanya mungkin sebagian penggemar burung yang memandang burung ini dapat dijadikan master burung-burung ocehannya di rumah dan mungkin saja para pehobi burung jalak, dengan ciri tubuhnya tegap, aktif bergerak lincah serta di tunjang pula dengan paruh dan kakinya yang berwarna kuning, bermata Tajam dengan lingkaran putih atau kuning di antara bola matanya. bulu – bulunya berwarna hitam dengan sedikit warna putih pada bagian sayapnya. 

Burung Jalak Kerbau ini memiliki suara yang keras sekaligus berisik, dan kicauannya pandai menirukan suara burung lainnya bahkan konon bisa menirukan suara manusia jika kita merawatnya dengan serius.

Melihat di salah satu Pasar Burung terdapat banyak sekali bahkan ratusan burung jalak kebo ini di juaal oleh pedagang burung didalam sangkar atau tempat ombyokan, ini baru terdapat di salah satu pasar burung, belum lagi di kota - kota lainnya.

Sebetulnya kondisi ini juga akan menghilangkan rantai - rantai makanan pada alam dan dalam beberapa tahun kedepan mungkin saja kita akan jarang menemukan burung - burung ini di pasar burung karena memang sudah tidak ada lagi di alamnya karena ekploitasi yang tidak terkontrol.

Jadi harapannya mudah - mudah ada penggemar burung khususnya dapat menangkarkan burung yang satu ini agar populasinya tidak sampai hilang, atau mungkin memang sudah ada yang menangkarkannya..???

Komunitas Pecinta Hobi Burung Berkicau

0 comments:

Post a Comment